Seorang eksekutif sebuah perusahaan kelas dunia dengan dengan wajah kusut mengetuk pintu ruangan bosnya, yang beberapa waktu sebelumnya telah memanggilnya dengan tergesa-gesa. Keputusan bisnis yang diambilnya membuat perusahaan merugi besar. “Pasti bos akan memecat saya,” begitu ucapan putus asa sang eksekutif begitu dia duduk di seberang meja bos.
“Apa? Apakah saya tidak salah dengar? Barusan saya “menyekolahkan” Anda dengan biaya miliaran. Kenapa saya mesti memecat Anda?” tanggapan bos di luar dugaan eksekutif tersebut.
Kegagalan adalah suatu fakta, sebagaimana diilustrasikan di atas. Tetapi keadaannya bisa jauh lebih buruk atau lebih baik tergantung dari orang yang memaknainya. Ungkapan klise menyebut “kegagalan adalah sukses yang tertunda.” Ungkapan ini menjadi klise lantaran terlalu sering disebutkan sehingga yang terbawa hanya kulitnya, sedangkan isinya menguap entah kemana.